15 Ramadhan 1447 H
Kurma merupakan buah yang banyak dicari masyarakat Indonesia saat bulan Ramadan. Selain karena memiliki banyak manfaat kesehatan, kurma memiliki posisi istimewa dalam agama Islam.
Buah ini kerap disebut di dalam Al-Quran dan juga disebut sebagai
kudapan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berbuka puasa.
Adapun satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW adalah berbuka dengan kurma dengan jumlah yang ganjil. Hal ini bahkan sampai dijadikan sebagai sunnah. Karena itu ada beberapa anjuran dan manfaat mengkonsumsi buha kurma
1. Bilangan Ganjil Kecintaan Rasulullah
Al-Munawi dalam kitabnya Faidlul Qadîr menyebutkan bahwa Rasulullah
memakan tujuh butir kurma yaitu karena kecintaan beliau kepada bilangan yang
ganjil dalam segala urusan.
Rasulullah pernah melakukannya saat berbuka puasa ataupun hendak berangkat salat Idul Fitri.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan dikutip oleh At-Tabrizi
(Muhammad bin Abdullah At-Tabrizi, Misykâtul Mashâbîh, Beirut, Al-Maktab
Al-Islami, 1979), menyebutkan bahwa:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ وَقَالَ مُرَجَّأُ بْنُ رَجَاءٍ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَنَسٌ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat shalat pada hari raya Iedul Fithri, sehingga beliau makan beberapa buah kurma”. Murajja bin Raja mengatakan : “Ubaidillah pernah memberitahukan kepadaku, dimana ia menceritakan, Anas bin Malik pernah memberitahukan kepadaku, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau makan kurma itu dalam jumlah yang ganjil” (HR Al-Bukhari dan Ibnu Majah)
2. Dipercaya Dijauhkan dari Terkena Racun ataupun Sihir
Keutamaan makan kurma dalam jumlah ganjil juga dijelaskan dalam
hadits shahih Bukhori dan Muslim. Diriwayatkan dari Shahabat Sa'ad bin Abi
Waqqash, dari Rasulullah SAW beliau pernah bersabda:
مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ
الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ
"Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi
hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir."
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullaah menukilkan omongan Imam Al-Khathabi mengenai keistimewaan kurma ajwa:
"Kurma ajwa bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir
dikarenakan do'a keberkahan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri."
Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
اَلْعَجْوَةُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَهِيَ شِفَاءٌ مِنَ السُّمِّ
"Kurma ajwa itu berasal dari Surga,
ia adalah obat dari racun." (HR Ibnu Majah dari Sahabat Jabir bin
Abdillah dan Abi Sa'id)
Menurut Najamuddin dalam buku yang berjudul Mukjizat Makanan & Minuman Kesukaan Rasulullah, jumlah tujuh kurma memiliki berat sekitar 100 gram. Dalam 100 gram kurma, terkandung beberapa zat gizi yang penting untuk tubuh, yaitu:
3. Memiliki Efek Baik bagi Tubuh
Beberapa hasil penelitian juga
mengungkapkan bahwa makan kurma dalam jumlah ganjil atau genap mampu memberi
efek berbeda pada tubuh.
Ada penelitian medis yang menerangkan bahwa mengkonsumsi buah kurma dalam bilangan genap misalnya 2, 4, 6, 8, dan seterusnya, mampu menghasilkan gula dalam darah dan potassium tanpa memberi banyak energi. Berbeda jika dimakan dalam jumlah ganjil.
Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D menerangkan kurma melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan. "Buah kurma adalah sumber serat makanan yang baik dan kaya fenolat total dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, dan asam caffeic. Keberadaan senyawa polifenol ini dapat membantu dalam pengobatan penyakit Alzheimer," terangnya.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Rock W. menyimpulkan kurma mempunyai efek menguntungkan pada asam lemak jenuh dan stres oksidatif. Ini sering dikaitkan dengan masalah jantung, dan berpotensi untuk mencegah atherogenesis yang mengarah ke penyakit kardiovaskular.
"Kurma kaya berbagai phytochemical yang juga membantu
mencegah penyakit jantung. Selanjutnya, kurma juga merupakan sumber potasium
yang kaya. Terbukti kurma dapat mengurangi risiko stroke dan penyakit-penyakit
yang berhubungan dengan jantung," kata Rock.
Dari beberapa penelitian tadi, bisa disebut bahwa dengan mengkonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, tubuh bisa mengubahnya menjadi karbohidrat. Di mana, manfaat dari hal tersebut bisa menambah energi dalam tubuh dan mengembalikan stamina.
Makanya saat berbuka puasa, dianjurkan berbuka dengan kurma karena bisa jadi
solusi untuk mendongkrak energi secara instan, setelah seharian berpuasa.
Walaupun Rasulullah memakan kurma dengan jumlah ganjil, bukan berarti kita tidak boleh memakan kurma berjumlah genap.
Di samping sebagai sunah Rasulullah SAW yang bisa menjadi amal ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar, buah kurma juga memiliki manfaat untuk kesehatan.