Jumat, 20 Februari 2026

KISAH RASULLAH DI BULAN RAMADHAN (2)

3 Ramadhan 1447 H

Kisah Nabi Muhammad memenangkan perang Badar, pertempuran besar di Bulan Ramadhan

Perang Badar adalah perang antara umat Muslim dan kaum Quraisy, yang dikenal sebagai perang besar pertama dalam Sejarah Islam. Perang ini mengalami perpecahan pada 17 Ramadhan di tahun kedua Hijriah.

Merujuk pada Islamic Relief, penyebab adanya perang Badar disebabkan oleh perseteruan di antara keduanya. Kaum Quraisy seringkali menghalangi jalan penyebaran ajaran Islam. Mereka menyulitkan para Muslimin yang ingin berbagi ajaran Allah SWT, seperti yang diceritakan dalam Kitab As-Sirah an-Nabawiyah oleh Abdul Hasan Ali al-Hasani an-Nadwi.

Saat itu, perbandingan pasukan antara Muslim dan Quraisy berbanding jauh, di mana mereka berisikan kurang lebih 1.000 prajurit, dengan 100 ekor kuda. Sedangkan umat Muslim hanya terdiri dari sekumpulan 300 laki-laki dengan dua ekor kuda. Dengan perbandingan jumlah yang sangat signifikan, dapat dikatakan bahwa umat Muslim akan dengan mudahnya dikalahkan oleh suku Quraisy.

Dalam Ar-Rahiq al-Makhtum-Sirah Nabawiyah oleh Shafiyurrahma al-Mabarakfuri, perang ini mengambil waktu saat kafilah dagang Quraisy yang sedang perjalanan pulang dari Syam menuju Makkah, dihadang oleh pasukan Madinah. Kafilah dagang Quraisy tersebut membawa kekayaan penduduk Makkah, sebanyak 1.000 ekor unta membawa harta benda bernilai 5.000 dinar.

Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW berkata pada para Muslim, “Ini adalah kafilah dagang Quraisy yang membawa harta benda mereka. Halangi ia, semoga Allah SWT memberikan barang rampasan itu pada kalian.”

Peperangan pun dimulai. Tak ada rasa takut tergambar di wajah Nabi Muhammad SAW selama ia dan pasukannya berjalan dari Madinah menuju medan peperangan. Dengan menyiapkan taktik serta siasat dari Nabi Muhammad SAW, pasukan Muslim sampai pada mata air Badar lebih dahulu dibandingkan kaum Quraisy. Hal ini sebagai upaya untuk mengamankan air beserta cadangannya di tengah lembah gurun Badar.

Orang yang pertama kali gugur adalah Al-Aswad bin Abdul Asad Al-Makhzumi, seorang kaum Quraisy yang kasar, yang berusaha merebut pasokan air dari para Muslim. Tetapi, gerakannya itu dihalangi oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Kemudian, ia menebas kaki Al-Aswad hingga terputus dan membuatnya tercebur dalam mata Air Badar, hingga berakhir meninggal dunia dihabisi oleh Hamzah.

Selanjutnya, perang semakin pecah dengan jatuhnya 3 penunggang kuda Quraisy yang juga komando pasukan. Hal itu membuat kaum Quraisy naik pitam dan semakin murka dalam penyerangan ke pasukan Muslim.

Sedangkan itu, Rasulullah SAW berdoa dan memohon bantuan pada Allah SWT, memohon akan kemenangan, hingga pada akhirnya dalam riwayat Muhammad bin Ishaq menyebutkan: “Rasulullah SAW bersabda, “Bergembiralah wahai Abu Bakar. Telah datang pertolongan Allah SWT kepadamu. Inilah Jibril yang datang sambil memegang tali kekang kuda yang ditungganginya di atas gulungan-gulungan debu.”

Dengan bantuan para malaikat, para Muslim pun berperang. Dalam riwayat Ibnu Sa’ad dari Ikrimah, dia berucap, “Pada saat itu ada kepala orang musyrik yang terkulai, yang tak diketahui siapa yang melakukannya. Ada juga tangan yang terputus, juga tanpa diketahui siapa yang melakukannya.”

Peperangan besar ini terjadi dalam dua jam, yang berakhir kemenangan pada pasukan Muslim. Mereka berhasil meruntuhkan pertahanan kaum Quraisy hingga mereka mundur dan menyerah. Setelah enam tahun berakhirnya Perang Badar, para Muslim berhasil menyebarkan ajaran Islam di Makkah dengan damai, tanpa adanya gangguan dari kaum Quraisy.

Perang besar Badar ini pun disebut dalam surah Ali Imran ayat 123-126

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ بِبَدْرٍ وَّاَنْتُمْ اَذِلَّةٌۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu (pada saat itu) adalah orang-orang lemah. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu bersyukur”. (QS Ali Imran 3:123)

Perang Badar ini memiliki nilai penting dalam ajaran Islam. Ia menggambarkan bagaimana rasa tunduk dan berserah diri kepada Allah SWT dapat memberikan bantuan tiada tara kepada hambaNya.

Kisah Nabi Muhammad melakukan pembebasan kota Makkah di bulan Ramadhan

Kisah selanjutnya adalah mengenai peristiwa pembebasan Mekkah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama dengan pasukan Muslim lainnya. Peristiwa ini kerap disebut dengan nama Fathu Makkah.

Fathu Makkah adalah peristiwa di mana kemenangan telak umat Islam atas kaum kafir Quraisy. Umat Islam berhasil menguasai kota Makkah, sehingga kota tersebut kembali suci dari patung berhala. Peristiwa ini terjadi semasa bulan Ramadhan, tepatnya pada hari Jumat, di tanggal 20 dan 21 Ramadan di tahun ke-8 Hijriah.

Mengutip buku Wealth Management (Manajemen Harta) Rasulullah SAW: Metode Pembelajaran dari Hal yang belum Pernah Dibahas karya Dodik Siswntoro, penyebab munculnya kejadian Fathu Makkah ini dimulai dengan adanya pelanggaran dalam Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian yang berisi bahwasanya jika ada satu pihak yang diserang, maka penyerangan tersebut harus dilakukan dengan menyeluruh.

Kala itu, pihak Rasulullah, bani Khuza’ah, diserang oleh bani Bakar yang merupakan kelompok dari Quraisy. Mengetahui kabar ini, Rasulullah SAW, yang saat itu sedang di Madinah, langsung bergegas mendatangi Makkah dengan pasukan Muslim lainnya.

Lantas dengan membagi jumlah pasukan menjadi beberapa kelompok, Rasulullah melancarkan strateginya dalam kemudahan melakukan penyerangan serta pengecohan kaum Quraisy. Seorang panglima Islam yang paling terkenal, Khalid bin Walid, pun ditunjuk Rasulullah untuk memimpin ribuan pasukan Muslim dengan senjata yang sudah lengkap itu.

Keadaan kota saat itu mendorong pasukan Rasulullah untuk berdiam di atas bukit-bukit sekitaran kota Makkah. Selanjutnya, mereka juga membangun deretan pagar betis, guna melindungi diri dari penyerangan pasukan kaum Quraisy. Tak hanya itu, masing-masing dari kelompok pasukan Muslim tersebut juga mengepung kota Makkah dari tiap-tiap arah mata angin, demi menyudutkan Quraisy.

Sehingga akhirnya, peristiwa tersebut menghasilkan kemenangan umat Islam atas kaum Quraisy. Panglima Khalid bin Walid serta pasukannya berhasil merampas dan mengamankan senjata-senjata miliki pasukan Quraisy, dan memastikan memberikan gempuran yang maksimal pada mereka. Berbagai perlawanan yang dilakukan Quraisy sama sekali tak membuat pasukan umat Islam mengambil langkah mundur.

Peristiwa Fathu Makkah disebut dalam QS Al-Fath ayat 1, yang berbunyi:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata."

Selain itu, dalam bukunya yang bertajuk Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanuddin dan Ahmad Fida’, kemenangan umat Islam di Fathu Makkah adalah bukti pertolongan dari Allah SWT.

"Seorang Muslim yang beriman dan bertakwa hendaknya selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT. Hal itu karena Allah SWT merupakan satu-satunya tempat bagi manusia untuk memohon perlindungan dan pertolongan. Manusia tak akan dapat melakukan sesuatu apa pun tanpa adanya pertolongan dari Allah SWT," jelasnya.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Abu Thalhah, sahabat Nabi yang Jasadnya Utuh Karena Rajin Puasa

  4 Ramadhan 1447 H Dalam sejarah Islam, ada seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang ia segani dalam hidup. Abu Thalhah namanya. Termasuk s...