Kamis, 28 Maret 2024

MU'JIZAT AL QUR'AN

 

Sahabat…

Pernahkan anda menyaksikan sesuatu yang luar biasa?

Kejadian luar biasa sangat mungkin terjadi pada siapapun dan dapat disaksikan oleh siapapun. Bila sesuatu yang luar biasa terjadi pada orang sholeh dinamakan karamah, bila hal tersebut terjadi pada orang yang ingkar kepada Allah SWT disebut istidraj atau ihanah. Sementara bila kejadian luar biasa itu terjadi pada seorang nabi maka disebut dengan mu’jizat.

Mu’jizat sendiri didefinisikan oleh para ulama sebagai sebuah perkara luar biasa yang disertai tantangan yang selamat dari pengigkaran dan muncul pada diri seorang nabi untuk menopang da’wahnya.

أَمْرٌ خَارِقٌ لِلْعَادَةِ مَقْرُونٌ بِالتَّحَدِّي سَالِمٌ عَنِ الْمُعَارَضَةِ يَظْهَرُعَلَى يَدِ مُدَّعِي النُّبُوَّةِ مُوَافِقًا لِدَعْوَاهُ

Tentu telah sampa kepada kita informasi mu’jizat oleh para nabi dan hamper seluruhnya merupakan mu’jizat indrawi (hissiyah) yang hanya bisa disaksikan secara indrawi oleh masyarakat setempat sepertimu’jizat Nabi Shaleh AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dsb. Hanya al Qur’an yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan mu’jizat rasional (aqliyah). Yaitu mu’jizat yang  tidak hanya bisa disaksikan oleh masyarakat yang se-zaman  Nabi Muhammad SAW bahkan sampai masyarakat akhir zaman. Dan mu’jizat Al Qur’an yang bersifat aqliyah akan lebih dipahami apabila ditopang oleh kemampuan intelektual yang rasional.

Kegagalan masyarakat setempat ketika menyikapi mu’jizat para nabi selain Nabi Muhammad SAW yang bersifat indrawi menyebabkan mereka konsisten ingkar akan kebenaran ajaran agama yang dibawa oleh para nabi. Karenanya seiring dengan sudah mulainya berkembang taraf berfikir masyarakat dan lebih matang di bidang intelektual, maka Allah berikan mu’jizat Al Qura’an yang berisfat aqliyah (rasional) kepada Nabi Muhammad SAW. (QS. Al Isra/17 : 59). Karenanya di antara target mu’jizat al Qur’an adalah membuka hati dan menundukkan akal, sehingga bila keduanya bersinergi maka daya pengaruhnya akan lama dan bertahan.

Maka mu’jizat al Qur’an, sebagaimana disampaikan para ulama, ditinjau dari beberapa aspek :

1. Aspek Kebahasaaan

2. Isyarat Ilmiah

3. Informasi Sejarah

4. Penetapah Hukum

 

Wallahu A’lam

Jakarta, 18 Ramadhan 1445 H

 

Bersambung….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Urgensi Sholat: Tiang Agama dan Kunci Keberkahan Hidup

 27 Rajab 1447 H 1. Sholat sebagai Identitas Utama Seorang Muslim Sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan pembeda utama antara seorang muk...