Sahabat...
Pernahkan anda membaca buku petunjuk?
Seringkali bila kita membeli barang baru, pasti disertai buku
petunjuk yang menjadi acuan bagi kita mengoperasikan benda tersebut dan agar
terhindar dari kerusakan karena malpraktik atas penggunaan benda tersebut.
Bila benda saja dijaga agar terhindar dari kerusakan, maka manusia pun yang merupakan produk unggul Sang Pencipta pasti menyertakan dengan buku petunjuk agar manusia terhindar dari kerusakan dalam perjalanan hidupnya. Buku petunjuk bagi manusia tidak lain adalah kitab suci Al Qur'an. (QS. Al A'raf/7 : 52, QS. An Nahl/16 : 89, QS. Al Isra/17 : 9)
Umat Islam merupakan ummat terbaik yang terpilih mewarisi kitab
suci Al Qur'an (QS. Fathir/35 : 32). Tetapi memang sayangnya pada pelaksanaan
pengamalan al qur'an tidak semua ummat Islam pada level yang diharapkan.
Kitab suci al Qur’an merupakan kitab suci yang luar biasa dan
merupakan penyempurna dari kitab-kitab suci sebelumnya. Karenanya wajar bila al
Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi ummat manusia. Petunjuk al Qur’an
seumpama sinar matahari yang terang benderang dan memberikan manfaat bagi kehidupan alam raya. Seumpama cahaya di malam
hari yang sangat dibutuhkan bagi pengembara di malam hari sehingga dia mampu
membedakan jalan yang lurus dan berkelok.
Dengan kata lain, dunia ini
penuh dengan kegelapan. Cahayanya adalah al Qur’an. Semua manusia berada dalam
kesesatan. Peta petunjuknya adalah al
Qur’an. Sebagaimmana disebutkan dalam hadits qudsi dari sahabat Abu Dzar Al
Ghiffari Allah SWT berfirman :
يَاعِبَادِيْ
كُلُّكُمْ ضَالٌّ اِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ , فَاسْتَهْدُوْنِيْ اُهْدِكُمْ
Artinya : Wahai Hamba.-Ku, kalian semua tersesat, kecuali yang
Ku-beri petunjuk . Karena itu mintalah petunjuk kepadaKu, pasti Ku-beri
petunjuk. (HR. Imam Muslim)
Dengan menjadikan al Qur’an sebagai petunjuk maka akan memberikan arah dan pedoman tentang tujuan hidup yaitu ibadah kepada Allah SWT semata. Itulah sebabnya kita ddiperuntahkan untuk senantiasa membaca, memahami dan mengamalkan al Qur’an.
Mari kita tingkat kualitas dan kuantitas pembelajaran dan bacaan kita pada al Qur’an.
Wallhu A’lam
Jakarta 17 Ramadhan 1445 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar