Jumat, 15 Maret 2024

Puasa : Menjauhkan dari siksa neraka dan jalan menuju Surga

 

Sahabat…

Siapa yang ingin dijauhkan masuk neraka ?

Tentunya semua ummat manusia terlebih dia beriman kepada Allah dan Rasul-NYA pasti berharap dari siksaan api neraka. Jangankan siksaan neraka, kita pun sangat berharap untuk diselamatkan musibah sekecil apapun di dunia.

Lalu bagaimana kita dijauhkan dari siksa neraka ? Tentunya di antaranya dengan ibadah puasa. Inilah di antara dari keistimewaaan ibadah puasa berikutnya :

 

·         Puasa dapat mejauhkan seoranh hamba dari siksaan neraka

Dalam salah hadits dari abu Sa’id al Hudzri Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ صَامَ يَوْماً فِي سَبِيلِ الله بَعَّدَ الله وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا  ( متفق عليه)

Artinya : “Siapa saja berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah jauhkan mukanya  dari siksaan api neraka selama 70 tahun”. (Muttafaq ‘alaih)

Puasa di jalan Allah SWT adalah puasa yang dilandasi pengharapan semata kepada Allah SWT dan berharap pahala dari-NYA. Puasa yang merupakan puasa Sunnah seperti puasa Senin, Kamis dan lainnya atau puasa apapun semata-mata bertujuan sebagai bentuk keta’atan kepada Allah merupakan puasa di jalan Allah.

Satu hari puasa saja bisa menjauhkan dari siksaan api neraka selama 70 tahu, bagaimana dengan puasa yang dilakukan selama satu bulan penuh seperti puasa wajib di bulan Ramadhan ini ?


·         Puasa adalah jalan menuju surga

Selain menjauhkan dari siksa neraka, maka ibadah puasapun menjadi jalan untuk menuju surge. Dari Hudzaifah Rasulullah SAW  bersabda :

 مَنْ قَالَ لاَ إِلهَ إِلّا اللهُ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًاً اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهِ دَخَلَ الْجَنّةَ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةِ

Artinya : “Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah (pahala) Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bershadaqah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga.” (HR Imam Ahmad)”

 Pembiasaan seseorang atas ibadah puasa sehingga dia meninggal dunia saat menunaikan ibadah puasa merupakan salah satu indikasi meninggal dunia dengan husnul khotimah.  Imam  al Munawi dalam kitab tafsir Taisir mengatakan :

يَمُوْتُ الْمَرءُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُحْشَرُ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ .

Artinya : “Cara mati seseorang ditentukan dari perilaku kehidupannya. Dan bagaimana keadaan dia saat dibangkitkan dari kubur tergantung cara  matinya”

Tentunya orang yang meninggal dunia dengan husnul khotimah akan disambut untuk masuk surga sebagaiman firman Allah dalam QS. Al Fajr/89 : 27-30)

Wallahu a’lam

Jakarta, 5 Ramadhan 1445 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Urgensi Sholat: Tiang Agama dan Kunci Keberkahan Hidup

 27 Rajab 1447 H 1. Sholat sebagai Identitas Utama Seorang Muslim Sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan pembeda utama antara seorang muk...