ِSahabat..
Pernahkan anda diistimewakan ?
Jika kita pernah diistimewakan
merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kita. Telebih penghormatan dan
pengistimewaan itu berasal dari sang pencipta.
Jika bulan Ramadhan mempunyai
keistimewaan, maka demikian pula dengan orang yang berpuasa. Di antaranya :
1. Menyiapkan
pintu khusus di surga
Allah
memberikan pintu-pintu surga atas amal ibadah hambanya di dunia, begitupun
dengan ibadah puasa. Allah menyiapkan pintu Rayyan di surga bagi orang yang
gemar berpuasa. Rasulullah SAW bersabda :
عن
سهل بن سعد رضي الله عنها ـ عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن في الجنة باباً
يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم، يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد
غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد (رواه البخاري)
Artinya
“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang
yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang
yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru,
“Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan
memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan
tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari)
Ar Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan tidak haus. Ibnu Hajar alAsqalani menyebutkan bahwa kata ar rayyan adalah gambaran yang bersesuaian dengan keadaan orang yang berpuasa, yakni kelak akan memasuki pintu tersebut tidak perah merasakan kehausan lagi.
Hadits tersebut juga menjelaskan الجزاء من جنس العمل , yaitu balasan sesuai dengan jenis amalannya dan juga menunjukkan bahwa siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah SWT, maka akan diganti dengan yang lebih baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits :
انك لن تدع شيئا اتقاء لله جل وعز الا أعطاك الله خيرا منه
Artinya : "Jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah SWT, maka Allah akan mengganti padamu dengan yang lebih baik" (HR. Ahmad)
2. Puasa
adalah perisai
Perisai
Adalah tameng dan fungsi tameng adalah untuk mencegah kemungkinan dari bahaya
yang akan terjadi. Maka puasa menjadi alat yang akan menjaga seseorang dari
siksaan dan adzab Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :
قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم: الصوم جنة من عذاب الله وفي رواية الصوم جنة من النار كجنة أحدكم من
القتال. أخرجه النسائي، وأحمد، وابن ماجه،
وغيرهم
Artinya
: “ Puasa adalah perisai dari adzab Allah SWT, dan dalam Riwayat yang lain
bahwa puasa merupakan perisai dari siksa api neraka seperti perisaimu dalam
peperangan. (HR. AN Nasai dan Ahmad)
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya menjelaskan tiga makna puasa sebagai perisai:
Puasa sebagai perisai dari api neraka. Disebutkan juga
puasa diibaratkan perisai yang digunakan saat berperang untuk melindungi diri
dari serangan musuh. Maksudnya ialah karena puasa merupakan ibadah yang wajib
dilakukan oleh umat Islam yang diibaratkan sebagai perisai untuk menjaga diri
dari api neraka.
Puasa
sebagai perisai yang menjaga pemiliknya dari syahwat yang melukainya.
Dalam melaksanakan puasa, umat Islam seyogianya (bahkan diharuskan) menjaga
diri dari hal-hal yang dapat mengurangi atau bahkan membatalkan pahala puasa.
Karenanya dalam hadits di atas disebutkan setelahnya larangan untuk berkata
kotor maupun berbuat hal bodoh seperti menghina, mencela dan lainnya agar
pahala puasa yang dilakukan tidak berkurang apalagi lenyap.
Puasa
sebagai perisai dari melakukan dosa dan dari api neraka.
Puasa dikatakan benteng dari melakukan dosa dan api neraka karena dengan
berpuasa seseorang menahan dirinya dari ajakan syahwat di mana neraka diliputi
oleh syahwat.
وقال
ابن العربي: إنما كان الصوم جنة من النار لأنه إمساك عن الشهوات, والنار محفوفة
بالشهوات
Artinya: “Ibnu Arabi berkata: puasa merupakan perisai dari api neraka dikarenakan ia menahan dari syahwat, sedang api neraka diliputi oleh syahwat”.
Jakarta, 4 Ramadhan 1445 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar