Kamis, 14 Maret 2024

PUASA : PINTU RAYYAN DAN PERISAI

ِSahabat..

Pernahkan anda diistimewakan ?

Jika kita pernah diistimewakan merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kita. Telebih penghormatan dan pengistimewaan itu berasal dari sang pencipta.

Jika bulan Ramadhan mempunyai keistimewaan, maka demikian pula dengan orang yang berpuasa. Di antaranya :

1.    Menyiapkan pintu khusus di surga

      Allah memberikan pintu-pintu surga atas amal ibadah hambanya di dunia, begitupun dengan ibadah puasa. Allah menyiapkan pintu Rayyan di surga bagi orang yang gemar berpuasa. Rasulullah SAW bersabda :


عن سهل بن سعد رضي الله عنها ـ عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن في الجنة باباً يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم،  يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد (رواه البخاري)

     Artinya “Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari)


     Ar Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan tidak haus. Ibnu Hajar alAsqalani menyebutkan bahwa kata ar rayyan adalah gambaran yang bersesuaian dengan keadaan orang yang berpuasa, yakni kelak akan memasuki pintu tersebut tidak perah merasakan kehausan lagi.

      Hadits tersebut juga menjelaskan الجزاء من جنس العمل , yaitu balasan sesuai dengan jenis amalannya dan juga menunjukkan bahwa siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah SWT, maka akan diganti dengan yang lebih baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits :


انك لن تدع شيئا اتقاء لله جل وعز الا أعطاك الله خيرا منه

       Artinya : "Jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah SWT, maka Allah akan mengganti   padamu dengan yang lebih baik" (HR. Ahmad)


2.    Puasa adalah perisai

      Perisai Adalah tameng dan fungsi tameng adalah untuk mencegah kemungkinan dari bahaya yang akan terjadi. Maka puasa menjadi alat yang akan menjaga seseorang dari siksaan dan adzab Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الصوم جنة من عذاب الله  وفي رواية الصوم جنة من النار كجنة أحدكم من القتال.  أخرجه النسائي، وأحمد، وابن ماجه، وغيرهم

      Artinya : “ Puasa adalah perisai dari adzab Allah SWT, dan dalam Riwayat yang lain bahwa puasa merupakan perisai dari siksa api neraka seperti perisaimu dalam peperangan. (HR. AN Nasai dan Ahmad)

 

       Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya menjelaskan tiga makna puasa sebagai perisai: 

      Puasa sebagai perisai dari api neraka. Disebutkan juga puasa diibaratkan perisai yang digunakan saat berperang untuk melindungi diri dari serangan musuh. Maksudnya ialah karena puasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang diibaratkan sebagai perisai untuk menjaga diri dari api neraka. 

   Puasa sebagai perisai yang menjaga pemiliknya dari syahwat yang melukainya. Dalam melaksanakan puasa, umat Islam seyogianya (bahkan diharuskan) menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengurangi atau bahkan membatalkan pahala puasa. Karenanya dalam hadits di atas disebutkan setelahnya larangan untuk berkata kotor maupun berbuat hal bodoh seperti menghina, mencela dan lainnya agar pahala puasa yang dilakukan tidak berkurang apalagi lenyap.

     Puasa sebagai perisai dari melakukan dosa dan dari api neraka. Puasa dikatakan benteng dari melakukan dosa dan api neraka karena dengan berpuasa seseorang menahan dirinya dari ajakan syahwat di mana neraka diliputi oleh syahwat.

 

 وقال ابن العربي: إنما كان الصوم جنة من النار لأنه إمساك عن الشهوات, والنار محفوفة بالشهوات  

       Artinya: “Ibnu Arabi berkata: puasa merupakan perisai dari api neraka dikarenakan ia menahan           dari syahwat, sedang api neraka diliputi oleh syahwat”. 

        Jakarta, 4 Ramadhan 1445 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Urgensi Sholat: Tiang Agama dan Kunci Keberkahan Hidup

 27 Rajab 1447 H 1. Sholat sebagai Identitas Utama Seorang Muslim Sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan pembeda utama antara seorang muk...