Sabtu, 16 Maret 2024

SYAFA'AT PUASA

 

Sahabat…

Pernahkan anda mendapatkan pertolongan ?

Tentunya di antara kita pernah mendapatkan pertolongan, terlebih pertolongan tersebut dating saat kita-kita berada kondisi yang berharap betul pada pertolongan tersebut. Seringkali tidak kita sadari jika pertolongan merupakan buah kebaikan kita yang pernah kita lakukan. Di dunia saja kita berharap pertolongan, terlebih di alam akhirat.

Pertolongan itu adalah syafa’at. Ibnu Asyur mendefinisikan syafa’at:

  َ الشَّفَاعَةُ هِيَ الوَسَاطَةُ فِيْ اِيْصَالِ خَيْرٍ أَوْ دَفْعِ شَرٍّ 

Artinya : "Syafa'at adalah sebagai penengah/wasilah untuk mendatangkan kebaikan dan mencegah keburukan".


Siapa saja yang dapat memberikan syafa’at kepada kita ? Tentu tidak ada yang membberikan syafa’at kecuali atas izin dan ridha Allah SWT. (QS. Al Baqarah/2 : 225 dan QS. Al Anbiya’/21 : 28)

Maka di antara ibadah yang dapat memberikan syafa’at adalah puasa dan membaca al Qur’an. Rasulullah SAW bersabda :

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: رَبِّ إِنِّي مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَيُشَفَّعَانِ

Artinya : Puasa dan al Quran keduanya memberikan syafaat bagi seorang hamba. Puasa berkata: Wahai Rabbku, sesungguhnya aku mencegahnya dari makanan dan syahwat (keinginan-keinginan yang terlarang) di siang hari. Jadikanlah aku pemberi syafaat untuknya. alQuran berkata: Akulah yang menahan dia dari (sepenuhnya) tidur di waktu malam. Maka keduanya pun diberi kewenangan untuk memberikan syafaat. (H.R Ahmad, atThobaroniy, al-Baihaqiy, dan al-Hakim dari Abdullah bin ‘Amr)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa ibadah puasa dapat memberikan syafa’at di hari kiamat. Tentu sangat merugi bagi orang yang melalaikan dan mengabaikan kesempatan dapatkan syafa’at ini. Padahal dibutuhkannya tetapi seolah memusuhinya. Akankah mendapatkan syafa’at bagi orang yang menjauhinya.

Maka bagi yang berpuasa-pun agar mendapatkan syafa’at dari puasanya, perlu menjaga puasa dari hal yang merusak dan menghilangkan serta membatalkan pahala puasa. Serta menggabungkan dan membaca al Qur’an di malam harinya.

Wallhu A’lam

Jakarta, 6 Ramadhan 1445

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Urgensi Sholat: Tiang Agama dan Kunci Keberkahan Hidup

 27 Rajab 1447 H 1. Sholat sebagai Identitas Utama Seorang Muslim Sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan pembeda utama antara seorang muk...