11 Rabi'ul Awwal 1447 H
Kesedihan yang Mendalam
Setelah perjalanan penuh luka di Tha’if, Rasulullah ﷺ kembali ke Makkah dengan hati yang penuh kesedihan. Tahun itu disebut sebagai ‘Aamul Huzn (Tahun Kesedihan) karena kehilangan dua orang yang paling ia cintai— Khadijah dan Abu Thalib.
Di tengah tekanan kaum Quraisy yang semakin kejam, Rasulullah ﷺ sering merenung, menghabiskan malam-malamnya dalam doa panjang.
Hingga suatu malam… terjadi sesuatu yang luar biasa.
Isra’: Perjalanan Malam ke Masjidil Aqsa
Di tengah malam, ketika Rasulullah ﷺ berada di rumah Ummu Hani, datanglah Jibril bersama Buraq, makhluk putih bersayap dengan kecepatan luar biasa.
"Wahai Muhammad, malam ini Allah mengundangmu dalam perjalanan yang agung," kata Jibril.
Dengan penuh ketundukan, Rasulullah ﷺ naik ke atas Buraq. Dalam sekejap, ia dibawa melintasi padang pasir dan kota-kota, hingga tiba di Masjidil Aqsa di Palestina.
Setibanya di sana, beliau melihat para nabi telah berkumpul.
"Engkau adalah pemimpin mereka, wahai Muhammad," bisik Jibril.
Lalu, Rasulullah ﷺ maju dan menjadi imam dalam shalat yang diikuti oleh para nabi: Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan lainnya.
Sungguh, sebuah kehormatan yang luar biasa…
Namun, perjalanan ini belum berakhir.
Mi’raj: Naik ke Langit Bertemu Para Nabi
Setelah shalat di Masjidil Aqsa, Jibril membawa Rasulullah ﷺ naik ke langit.
Langit Pertama⇨ Di sini, Rasulullah ﷺ
bertemu dengan Nabi Adam.
"Selamat datang, wahai anakku yang saleh…" kata Adam dengan senyuman bangga.
Langit Kedua⇨ Di sini, Rasulullah ﷺ
bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya.
"Selamat datang, wahai saudara yang saleh…" ucap mereka dengan penuh penghormatan.
Langit Ketiga⇨ Rasulullah ﷺ bertemu dengan Nabi
Yusuf, yang wajahnya bersinar seperti bulan purnama.
Langit Keempat⇨ Di sini, Rasulullah ﷺ
bertemu dengan Nabi Idris.
Langit Kelima⇨ Rasulullah ﷺ bertemu dengan Nabi
Harun, yang memiliki pengikut sangat banyak.
Langit Keenam ⇨ Di langit ini,
beliau bertemu dengan Nabi Musa. Saat Rasulullah ﷺ
hendak naik ke langit berikutnya, Musa menangis.
"Mengapa engkau menangis, wahai Musa?" tanya Rasulullah ﷺ.
"Aku menangis karena umatmu akan lebih banyak yang masuk surga
dibanding umatku…" jawab Musa
dengan penuh haru.
Langit Ketujuh ⇨ Di langit
tertinggi, Rasulullah ﷺ bertemu dengan Nabi
Ibrahim, yang bersandar di Baitul Ma’mur, tempat ibadah para malaikat.
"Wahai Muhammad, sampaikan kepada umatmu agar tanah surga
mereka ditanami dengan dzikir: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah,
dan Allahu Akbar," pesan Ibrahim.
Sidratul Muntaha dan Perintah Shalat
Setelah bertemu para nabi, Rasulullah ﷺ dibawa ke Sidratul Muntaha, tempat paling tinggi di alam semesta, yang bahkan malaikat pun tidak bisa melewatinya.
Di sinilah Rasulullah ﷺ menerima perintah langsung dari Allah:
"Wahai Muhammad, Aku wajibkan shalat 50 kali sehari bagi umatmu."
Dalam perjalanan kembali, Rasulullah ﷺ bertemu dengan Nabi Musa AS, yang menyarankan agar jumlah shalat dikurangi karena umat Islam tidak akan mampu.
Rasulullah ﷺ kembali menghadap Allah beberapa kali, hingga akhirnya jumlahnya dikurangi menjadi 5 kali sehari.
"Wahai Muhammad, ini tetap 50 kali dalam pahala, tetapi Aku ringankan menjadi 5 kali sehari," firman Allah.
Kembali ke Makkah
Setelah perjalanan luar biasa ini, Rasulullah ﷺ kembali ke Makkah sebelum fajar menyingsing. Saat pagi tiba, beliau menceritakan pengalaman ini kepada orang-orang Quraisy.
Namun, mereka malah menertawakannya.
"Mana mungkin seseorang bisa pergi ke Palestina dan naik ke langit dalam semalam?" ejek mereka.
Bahkan ada beberapa orang yang hampir murtad karena merasa tidak masuk akal.
Namun, Abu Bakar dengan tegas berkata:
"Jika Muhammad yang mengatakannya, maka aku percaya. Karena ia tidak pernah berdusta!"
Sejak hari itu, Abu Bakar mendapat gelar As-Siddiq, yaitu orang yang membenarkan kebenaran Rasulullah ﷺ.
Hikmah Perjalanan Isra’ Mi’raj
Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah hadiah dari Allah untuk menguatkan hati Rasulullah ﷺ setelah mengalami berbagai kesedihan.
Dari sinilah, shalat menjadi tiang agama, hadiah yang sangat berharga bagi umat Islam.
Namun, perjuangan Rasulullah ﷺ belum berakhir. Setelah peristiwa ini, Allah membuka jalan baru baginya…
Kisah Selanjutnya: Bagaimana Rasulullah ﷺ mulai mencari perlindungan di luar Makkah? Bagaimana akhirnya Allah mengantarkan beliau ke Madinah?_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar