19 Rabi'ul Awwal 1447 H
Madinah yang Berduka
Setelah Rasulullah ﷺ wafat, Madinah tidak
lagi sama…
Tangisan terdengar di setiap sudut rumah. Kaum Muslimin merasa
kehilangan yang begitu dalam.
Fatimah az-Zahra, putri tercinta Rasulullah ﷺ,
tidak bisa menahan air matanya. Dengan suara gemetar, ia berkata,
"Wahai Ayahku, betapa cepatnya engkau pergi… wahai Ayahku, ke
surga Firdaus tujuanmu… Wahai Ayahku, kepada Jibril kami sampaikan berita
kepergianmu…"
Ia begitu terpukul. Dalam beberapa bulan setelah wafatnya
Rasulullah ﷺ, Fatimah juga menyusul beliau…
Ali bin Abi Thalib, suaminya, sangat kehilangan. Ia
menguburkan istrinya dengan tangan sendiri di tengah malam, tanpa banyak yang
tahu…
Abu Bakar dan Umar Menenangkan Umat
Setelah Rasulullah ﷺ wafat, umat Islam sempat
bingung. Ada yang tidak percaya, ada yang merasa putus asa…
Umar bin Khattab, yang dikenal sebagai sosok yang
kuat, justru tidak bisa menerima kenyataan. Ia menghunus pedangnya dan
berteriak:
"Demi Allah, Rasulullah tidak wafat! Beliau hanya pergi
sementara, seperti Nabi Musa yang meninggalkan kaumnya!"
Namun, Abu Bakar datang, wajahnya penuh kesedihan, tapi suaranya
tegas. Ia berkata,
"Wahai manusia, barang siapa yang menyembah Muhammad, maka
Muhammad telah wafat. Tapi barang siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha
Hidup dan tidak akan pernah mati!"
Lalu, ia membacakan ayat:
"Muhammad hanyalah seorang Rasul, sebelumnya telah berlalu
rasul-rasul. Jika ia wafat atau terbunuh, apakah kalian akan berbalik ke
belakang?" (QS. Ali Imran: 144)
Mendengar ini, tubuh Umar melemah…
Pedangnya jatuh… Ia menangis tersedu-sedu…
Kaum Muslimin sadar, mereka harus
melanjutkan perjuangan Rasulullah ﷺ…
Siapa Pengganti Rasulullah ﷺ?
Umat Islam membutuhkan pemimpin. Para
sahabat berkumpul dan akhirnya sepakat membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah
pertama dalam sejarah Islam.
Saat ditunjuk, Abu Bakar berkata dengan rendah hati:
"Aku bukanlah yang terbaik di antara kalian, tapi jika aku
benar, ikutilah aku. Jika aku salah, luruskanlah aku…"
Ujian Setelah Kepergian Rasulullah ﷺ`
Setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, kaum Muslimin
menghadapi banyak ujian:
➮ Munculnya
Nabi Palsu
Beberapa orang mengaku sebagai nabi setelah Rasulullah ﷺ
wafat, seperti Musailamah al-Kazzab.
➮ Kaum
yang Menolak Bayar Zakat
Sebagian suku Arab menolak membayar zakat dan berusaha memisahkan
diri dari Islam.
➮ Ancaman dari Romawi dan Persia
Dua kekuatan besar dunia saat itu mulai
melihat Islam sebagai ancaman.
Perjuangan Abu Bakar
Abu Bakar tidak tinggal diam. Ia mengirim
pasukan untuk menghadapi nabi palsu dan mereka yang membangkang.
Salah satu pertempuran terbesar adalah Perang
Yamamah, di mana banyak sahabat gugur sebagai syuhada.
Karena banyaknya penghafal Al-Qur'an yang
wafat di medan perang, Umar bin Khattab mengusulkan kepada Abu Bakar untuk
mengumpulkan Al-Qur'an dalam satu mushaf.
Maka, di bawah kepemimpinan Abu Bakar,
Al-Qur'an mulai dikodifikasi dan disusun secara rapi…
Pesan Terakhir Abu Bakar
Dua tahun setelah memimpin umat Islam, Abu Bakar jatuh sakit.
Sebelum wafat, ia berpesan:
"Jangan pernah tinggalkan shalat… Jangan pernah tinggalkan
Islam… Jika aku mati, kafani aku dengan kain yang aku pakai sehari-hari… Aku
tidak ingin ada kemewahan dalam kematianku…"
Ia kemudian menunjuk Umar bin Khattab sebagai
penggantinya.
Dan akhirnya, Abu Bakar pun wafat…
Ia dimakamkan di sisi Rasulullah ﷺ…
Umar bin Khattab Menjadi Khalifah
Setelah Abu Bakar, Umar bin Khattab diangkat sebagai Khalifah.
Di bawah kepemimpinannya, Islam semakin berkembang. Wilayah Islam
meluas ke Persia, Syam, Mesir, dan banyak tempat lainnya.
Namun, Umar harus menghadapi banyak
tantangan… Hingga akhirnya, ia wafat setelah ditikam oleh seorang budak Persia
saat sedang shalat Subuh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar