Kamis, 11 September 2025

KEHILANGAN RASULULLAH ﷺ DAN MASA SULIT PARA SAHABAT"

 19 Rabi'ul Awwal 1447 H

 

Madinah yang Berduka

Setelah Rasulullah wafat, Madinah tidak lagi sama…

 

Tangisan terdengar di setiap sudut rumah. Kaum Muslimin merasa kehilangan yang begitu dalam.

Fatimah az-Zahra, putri tercinta Rasulullah , tidak bisa menahan air matanya. Dengan suara gemetar, ia berkata,

"Wahai Ayahku, betapa cepatnya engkau pergi… wahai Ayahku, ke surga Firdaus tujuanmu… Wahai Ayahku, kepada Jibril kami sampaikan berita kepergianmu…"

Ia begitu terpukul. Dalam beberapa bulan setelah wafatnya Rasulullah , Fatimah juga menyusul beliau…

Ali bin Abi Thalib, suaminya, sangat kehilangan. Ia menguburkan istrinya dengan tangan sendiri di tengah malam, tanpa banyak yang tahu…

 

Abu Bakar dan Umar Menenangkan Umat

Setelah Rasulullah wafat, umat Islam sempat bingung. Ada yang tidak percaya, ada yang merasa putus asa…

Umar bin Khattab, yang dikenal sebagai sosok yang kuat, justru tidak bisa menerima kenyataan. Ia menghunus pedangnya dan berteriak:

"Demi Allah, Rasulullah tidak wafat! Beliau hanya pergi sementara, seperti Nabi Musa yang meninggalkan kaumnya!"

Namun, Abu Bakar datang, wajahnya penuh kesedihan, tapi suaranya tegas. Ia berkata,

"Wahai manusia, barang siapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah wafat. Tapi barang siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati!"

Lalu, ia membacakan ayat:

"Muhammad hanyalah seorang Rasul, sebelumnya telah berlalu rasul-rasul. Jika ia wafat atau terbunuh, apakah kalian akan berbalik ke belakang?" (QS. Ali Imran: 144)

Mendengar ini, tubuh Umar melemah… Pedangnya jatuh… Ia menangis tersedu-sedu…

Kaum Muslimin sadar, mereka harus melanjutkan perjuangan Rasulullah

 

Siapa Pengganti Rasulullah ?

Umat Islam membutuhkan pemimpin. Para sahabat berkumpul dan akhirnya sepakat membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah pertama dalam sejarah Islam.

Saat ditunjuk, Abu Bakar berkata dengan rendah hati:

"Aku bukanlah yang terbaik di antara kalian, tapi jika aku benar, ikutilah aku. Jika aku salah, luruskanlah aku…"

 

Ujian Setelah Kepergian Rasulullah `

Setelah wafatnya Rasulullah , kaum Muslimin menghadapi banyak ujian:
Munculnya Nabi Palsu
Beberapa orang mengaku sebagai nabi setelah Rasulullah wafat, seperti Musailamah al-Kazzab.
Kaum yang Menolak Bayar Zakat
Sebagian suku Arab menolak membayar zakat dan berusaha memisahkan diri dari Islam.
Ancaman dari Romawi dan Persia
Dua kekuatan besar dunia saat itu mulai melihat Islam sebagai ancaman.

 

Perjuangan Abu Bakar

Abu Bakar tidak tinggal diam. Ia mengirim pasukan untuk menghadapi nabi palsu dan mereka yang membangkang.

Salah satu pertempuran terbesar adalah Perang Yamamah, di mana banyak sahabat gugur sebagai syuhada.

Karena banyaknya penghafal Al-Qur'an yang wafat di medan perang, Umar bin Khattab mengusulkan kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur'an dalam satu mushaf.

Maka, di bawah kepemimpinan Abu Bakar, Al-Qur'an mulai dikodifikasi dan disusun secara rapi…

 

Pesan Terakhir Abu Bakar

Dua tahun setelah memimpin umat Islam, Abu Bakar jatuh sakit.

Sebelum wafat, ia berpesan:

"Jangan pernah tinggalkan shalat… Jangan pernah tinggalkan Islam… Jika aku mati, kafani aku dengan kain yang aku pakai sehari-hari… Aku tidak ingin ada kemewahan dalam kematianku…"

Ia kemudian menunjuk Umar bin Khattab sebagai penggantinya.

Dan akhirnya, Abu Bakar pun wafat…

Ia dimakamkan di sisi Rasulullah

 

Umar bin Khattab Menjadi Khalifah

Setelah Abu Bakar, Umar bin Khattab diangkat sebagai Khalifah.

Di bawah kepemimpinannya, Islam semakin berkembang. Wilayah Islam meluas ke Persia, Syam, Mesir, dan banyak tempat lainnya.

Namun, Umar harus menghadapi banyak tantangan… Hingga akhirnya, ia wafat setelah ditikam oleh seorang budak Persia saat sedang shalat Subuh...

 
Sumber Rujukan:
1. Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyah
2. Ibnu Sa’d, At-Thabaqat al-Kubra
3. Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah
4. HR. Muslim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Urgensi Sholat: Tiang Agama dan Kunci Keberkahan Hidup

 27 Rajab 1447 H 1. Sholat sebagai Identitas Utama Seorang Muslim Sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan pembeda utama antara seorang muk...