18 Rabi'ul Awwal 1447 H
Tanda-Tanda Perpisahan
Setelah Fathu Makkah, Islam semakin berkembang pesat. Masyarakat
dari berbagai penjuru Jazirah Arab datang untuk masuk Islam.
Namun, di balik kemenangan besar ini, ada sesuatu yang berbeda…
Para sahabat memperhatikan bahwa Rasulullah ﷺ
sering mengulang-ulang satu ayat dalam doa dan shalatnya:
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan
engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah, maka
bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sungguh, Dia
Maha Penerima Taubat." (QS. An-Nasr: 1-3)
Mendengar ayat ini, Abu Bakar menangis.
Ia memahami bahwa ini bukan hanya tentang kemenangan, tapi juga
tanda bahwa tugas Rasulullah ﷺ di dunia hampir selesai…
Haji Perpisahan
Pada tahun 10 Hijriyah, Rasulullah ﷺ memimpin haji
terakhirnya yang dikenal sebagai Haji Wada’ (Haji Perpisahan).
Di Padang Arafah, di tengah lautan manusia, beliau berkhutbah
dengan suara yang penuh ketegasan dan kelembutan:
"Wahai manusia, dengarkanlah perkataanku! Aku tidak tahu
apakah setelah tahun ini aku masih akan bertemu dengan kalian di tempat
ini."
Tersentak, para sahabat mulai merasa
gelisah…
Lalu, beliau melanjutkan,
"Telah aku sampaikan risalah ini
kepada kalian… Ya Allah, saksikanlah!"
Dan saat itulah wahyu terakhir turun:
"Hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan
telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan telah Aku ridhai Islam sebagai
agama kalian." (QS. Al-Ma’idah: 3)
Mendengar ini, Umar bin Khattab menangis.
"Jika agama telah sempurna, itu berarti tugas Rasulullah telah
selesai… Dan jika tugasnya selesai, berarti beliau akan segera meninggalkan
kita…"
Penyakit Rasulullah ﷺ`
Beberapa bulan setelah kembali ke Madinah, Rasulullah ﷺ
mulai merasakan sakit yang luar biasa.
Beliau sering memegang kepalanya sambil berkata, "Aduh
kepalaku… Aduh kepalaku…"
Demamnya semakin tinggi.
Di malam-malam terakhirnya, beliau meminta izin kepada
istri-istrinya untuk tinggal di rumah Aisyah.
Di sana, Aisyah merawatnya dengan penuh cinta.
Suatu hari, Rasulullah ﷺ berkata,
"Aisyah, aku masih merasakan sakit akibat racun yang pernah
kuminum di Khaibar… Saatnya sudah dekat…"
Aisyah tak bisa menahan air matanya…
Perpisahan dengan Para Sahabat
Pada hari-hari terakhirnya, Rasulullah ﷺ berusaha keluar untuk
shalat bersama para sahabat.
Namun, tubuhnya semakin lemah…
Akhirnya, beliau menunjuk Abu Bakar untuk menjadi imam shalat
menggantikannya.
Saat mendengar suara Abu Bakar memimpin shalat, Umar dan sahabat
lainnya menangis.
"Rasulullah semakin lemah… Apakah ini pertanda beliau akan pergi?"
Saat-Saat Terakhir Bersama Keluarga
Di hari terakhir kehidupannya, Rasulullah ﷺ berada dalam pangkuan Aisyah.
Dengan sisa tenaga, beliau membasuh
wajahnya dengan air lalu berbisik,
"La ilaha illallah… Sungguh, kematian itu memiliki sakarat
yang sangat berat…"
Aisyah menangis.
Kemudian, beliau mengangkat tangannya, matanya menatap ke langit…
"Bersama orang-orang yang Kau beri nikmat… Bersama para nabi, para shiddiqin, para
syuhada, dan orang² shalih… Ya Allah, ampunilah aku… Sayangilah aku… Izinkan
aku bertemu dengan-Mu…"
Lalu… tangan beliau perlahan turun…
Nafasnya terhenti…
Dunia menjadi sunyi.
Rasulullah ﷺ
telah kembali kepada Rabb-nya…
Kesedihan yang Tak Terlukiskan
Madinah berubah menjadi lautan tangis.
Umar bin Khattab tidak percaya, ia menghunus pedangnya dan berkata,
"Siapa yang mengatakan Rasulullah telah wafat, akan kupenggal
lehernya! Beliau hanya pingsan!"
Namun, Abu Bakar datang dan berkata dengan suara bergetar,
"Barang siapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah
wafat. Tapi barang siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak
akan pernah mati."
Kemudian ia membaca ayat:
"Muhammad hanyalah seorang Rasul, sebelumnya telah berlalu
rasul-rasul. Jika ia wafat atau terbunuh, apakah kalian akan berbalik ke
belakang?" (QS. Ali Imran: 144)
Mendengar ini, Umar terjatuh.
Kakinya lemas…
Madinah tenggelam dalam kesedihan…
Pemakaman Rasulullah ﷺ`
Jenazah Rasulullah ﷺ
dimandikan oleh Ali bin Abi Thalib dengan penuh kehormatan.
Setelah itu, beliau dikafani dan
dishalatkan oleh para sahabat dalam tangisan.
Sesuai dengan wasiatnya, Rasulullah ﷺ dimakamkan di kamar Aisyah, tepat di
tempat beliau menghembuskan nafas terakhirnya…
Dan sejak hari itu, dunia tidak pernah lagi
melihat sosok semulia Rasulullah ﷺ…
Kisah Selanjutnya: Bagaimana para sahabat menghadapi
kehilangan ini? Bagaimana Islam tetap tegak setelah wafatnya Rasulullah ﷺ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar