13 Rabi'ul Awwal 1447 H
Membangun Pondasi Islam di Tanah Baru
Setelah tiba di Madinah, Rasulullah ﷺ langsung bergerak untuk membangun masyarakat yang kuat. Langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid.
"Di sinilah kita akan beribadah, berkumpul, dan mengatur urusan umat," kata Rasulullah ﷺ sambil menunjuk sebidang tanah milik dua anak yatim.
Dengan suka rela, anak-anak itu menyerahkan tanahnya. Rasulullah ﷺ sendiri ikut bekerja, mengangkat batu dan mencampur tanah. Para sahabat terharu melihat pemimpin mereka bekerja tanpa merasa lebih tinggi dari yang lain.
"Ya Allah, ini utusan-Mu… Namun ia tak segan mengotori tangannya demi agama ini…" bisik salah seorang sahabat.
Masjid Nabawi pun akhirnya berdiri, menjadi pusat dakwah dan pemerintahan Islam pertama.
Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar
Beliau menggandeng tangan satu Muhajir dan satu Anshar lalu berkata:
"Kalian kini bersaudara di jalan Allah, saling membantu dan
mengasihi!"
Para sahabat menangis haru. Mereka menerima saudara baru mereka dengan tangan terbuka. Salah satu contoh indahnya ukhuwah ini adalah ketika Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’.
"Saudaraku, aku punya dua kebun. Ambillah salah satunya!"
kata Sa’ad dengan penuh ketulusan.
Namun, Abdurrahman bin Auf menolak dengan lembut,
"Semoga Allah memberkahimu, aku hanya ingin kau tunjukkan
pasar tempat aku bisa berdagang."
Inilah awal mula kekuatan ekonomi umat Islam di Madinah.
Ancaman dari Luar: Kaum Quraisy Tidak
Tinggal Diam
Sementara itu, di Makkah, kaum Quraisy sangat marah mendengar kabar bahwa Islam semakin berkembang.
"Muhammad harus dihentikan! Jika tidak, ia akan menjadi lebih kuat!" seru Abu Jahal dalam sebuah pertemuan darurat.
Mereka mulai mengganggu kaum Muslim yang masih tinggal di Makkah. Mereka juga menghasut kabilah-kabilah Arab untuk memusuhi Madinah.
Tak lama kemudian, kabar mengejutkan datang…
Perintah Allah untuk Berjihad
Pada tahun kedua Hijriyah Allah menurunkan wahyu tentang jihad.
"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi." [QS. Al-Hajj: 39]
Rasulullah ﷺ pun mulai membentuk pasukan untuk melindungi Madinah. Beliau mengirim pasukan kecil untuk mengawasi pergerakan Quraisy.
Namun, takdir Allah telah menetapkan peristiwa besar…
Perang Pertama: Badar yang Menggetarkan Dunia
Kaum Quraisy mengirim 1.000 pasukan bersenjata lengkap untuk menyerang Madinah. Rasulullah ﷺ hanya memiliki 313 orang, dengan perlengkapan yang jauh lebih sedikit.
Sebelum perang dimulai, Rasulullah ﷺ mengangkat tangan ke langit, memohon pertolongan Allah.
"Ya Allah, jika pasukan kecil ini binasa, tidak akan ada lagi yang
menyembah-Mu di bumi ini!"
Malam itu, hujan turun. Kaum Muslim merasakan ketenangan luar biasa, sementara pasukan Quraisy tidur dalam kegelisahan.
Saat fajar menyingsing, perang pun dimulai…
Malaikat Turun Membantu Pasukan Islam
Di tengah pertempuran, tiba-tiba terjadi keajaiban. Pasukan Muslim melihat sosok-sosok berpakaian putih turun dari langit dengan kuda yang berlari secepat angin.
Mereka adalah malaikat yang dikirim Allah untuk membantu kaum Muslim!
Pasukan Quraisy panik. Mereka tidak menyangka bahwa kekuatan Allah akan turun untuk membela Rasulullah ﷺ.
Akhirnya, dengan pertolongan Allah, kaum Muslim meraih kemenangan besar. 70 orang Quraisy tewas, termasuk Abu Jahal, musuh utama Islam.
Kisah Selanjutnya: Bagaimana
kaum Quraisy membalas kekalahan mereka? Bagaimana Rasulullah ﷺ menghadapi perang Uhud yang penuh air mata?_*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar