22 Rabi'ul Awwal 1447 H
Rasulullah SAW Menawari Julaibib Menikah
Banyak orang di zaman sekarang memilih pasangan melihat dari
tampilan fisik dan harta semata. Padahal dalam Islam tidak diperbolehkan
seperti itu, kita harus menerima apa adanya tanpa melihat dari buruk rupa
maupun harta, sebab di mata Allah semua sama.
"Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta
kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian," (HR
Muslim).
Seperti kisah sahabat Nabi yang buruk rupa yang dijodohkan dengan
wanita cantik, berikut adalah kisahnya dikutip dari berbagai sumber.
Dahulu ada seorang sahabat Nabi bernama Julaibib
RA. Dia lahir didunia tanpa mengetahui siapa kedua orangtuanya dan dia
tidak mengetahui nasabnya. Bagi masyarakat di zaman itu orang yang tidak
memiliki nasab jelas merupakan suatu aib. Julaibib memiliki tampilan fisik
bisa dibilang buruk rupa, sehingga karena buruk rupanya jarang ada orang
mau mendekatinya.
Julaibib adalah orang yang sangat bertaqwa
kepada Allah dan Rasul-NYA, dia juga adalah salah satu prajurit perangnya nabi
Muhammad SAW. Walaupun banyak orang mengucilkan dia tapi tidak dengan Nabi
Muhammad. Suatu ketika selesai menjalankan salat Nabi sempat memanggilnya.
"Julaibib, tidakah
engkau ingin menikah?," tanya Rasul dengan lembut sambil
tersenyum kepadanya.
"Siapakah orang yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini
Ya Rasulullah?," jawab Julaibib sambil tersenyum. Lalu Rasulullah SAW menjawabnya
dengan senyuman.
Julaibib menyadari dirinya tidak mempunyai apa-apa dan menurut dia
tidak ada seorangpun yang mau menikahkan anaknya untuk dia.
Keesokan harinya Nabi Muhammad bertemu lagi dengan Julaibib, Lalu
Rasulullah SAW kembali bertanya kepada Julaibib:
"Julaibib, tidakkah
engkau menikah?"
dengan jawaban yang sama Julaibib menjawab pertanyaan Rasulullah.
Rasulullah SAW Meminang Perempuan Sholehah untuk Julaibib
Sampai pada akhirnya nabi Muhammad SAW menarik tangan Julaibib dan
mengajaknya ke suatu rumah pemimpin Anshar yang dikenal mempunyai anak yang
sangat cantik.
Setibanya di rumah pemimpin Anshar, Nabi Muhmmad bertemu dengan
ayah dari wanita yang cantik itu dan Rasulullah mengatakan.:
"Aku ingin menikahkan putri kalian,"
kata Rasulullah SAW pada si pemilik rumah.
Melihat perkataan Rasulullah SAW yang ingin menikahi anaknya sang
pemimpin Anshar itu pun senang.
"Betapa indahnya dan betapa berkahnya,"
Jawaban pemimpin Anshar dengan wajah yang senang, mengira bahwa sang Nabi lah
calon menantunya.
"Ya Rasulullah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang
menyingkirkan temaram di rumah kami."
"Tetapi bukan untukku, Melainkan untuk Julaibib,"
ujar Rasulullah SAW. Sang pemimpin Anshar itupun kaget mengetahui bahwa anaknya
akan dinikahi oleh laki-laki buruk rupa yang tidak diketahui nashabnya dan
langsung mengatakan bahwa dia harus mempertimbangkan dengan istrinya.
"Ya Rasulullah. Saya harus meminta pertimbangan istri saya
tentang hal ini," kata pemimpin Anshar.
"Dengan Julaibib?", tanya istrinya
penuh rasa kaget,
"Bagaimana bisa? Julaibib berwajah jelek, tidak bernasab,
tidak berkabilah, tidak berpangkat, dan tidak berharta. Demi Allah tidak. Tidak
akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib".
Mendengar perdebatan itu sang perempuan yang cantik anak dari
pemimpin Anshar itupun keluar dan mengatakan:
"Siapa yang meminta?" lalu Sang ayah
dan sang ibunya pun menjelaskan. Perempuan yang cantik ini memang dikenal
salehah yang sangat mengerti dengan agama.
"Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi
Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah yang meminta, maka
tiada akan membawa kehancuran dan kerugian bagiku".
Perempuan salehah itu lalu membaca ayat (yang artinya): "Dan
tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan
RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain
tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka
sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (QS. Al-Ahzab: 36)
Mendengar jawaban dari perempuan cantik nan soleha itu nabi
Muhammad SAW pun tertunduk lalu mendoakan sang perempuan itu:
“Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang
penuh berkah. Jangan kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah,"
Julaibib Syahid
Tak lama setelah pernikahan itu, Julaibib dipanggil untuk ikut
berjihad di jalan Allah. Di medan perang, ia bertarung dengan gagah berani
hingga akhirnya syahid dan meninggalkan dunia fana.
Selesai pertempuran, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya:
"Adakah di antara kalian yang merasa kehilangan
seseorang?"
Mereka serempak menjawab, "Tidak, ya Rasulullah."
Nabi mengulang pertanyaannya, wajahnya mulai menunjukkan kesedihan
yang dalam. Ketika tak seorang pun sadar, beliau akhirnya berkata lirih:
"Aku kehilangan
Julaibib. Carilah dia!"
Para sahabat pun bergegas mencari hingga menemukan Julaibib
terbaring berlumuran darah, dengan tujuh musuh di sekelilingnya yang telah ia
kalahkan. Rasulullah SAW memeluk tubuh kecil itu, mengkafaninya dengan tangan
beliau sendiri, lalu menyalatinya.
Julaibib yang dulu dipandang rendah di dunia, kini tengah disambut
penuh kerinduan oleh para bidadari surga, bidadari telah terlampau lama
merindukan Julaibib di Surga. Ia lebih dicintai oleh penduduk langit daripada oleh
manusia di bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar